Ree dilahirkan disebuah desa yang sangat terpencil. Dimana
mayoritas pekerjaan penduduk disana adalah petani, buruh dan penyadap
karet. Banyak kebun karet tumbuh subur disana dan ladang padi menguning
yang siap untuk dipanen. Ada beberapa mobil truk mondar mandir membawa
hasil panen dan hasil karet untuk dijual kekota. Kadang kala Ree kecil ikut
ayahnya pergi menjual buah ke kota. Ree sangat senang sekali jika diajak
oleh ayahnya pergi, karena dijalan nanti Ree akan melihat banyak barisan
pohon karet berlari-lari secara tertib.
Dulu, Kelahirannya sangat
dinantikan oleh kedua orangtuanya, karena mereka telah menunggu
kelahiran seorang anak selama 8 tahun. Sehingga saat Ree lahir orangtua dan
keluarga menyambut dengan penuh suka cita. pertama-tama Ree diberi
nama NURJANNAH dengan harapan menjadi cahaya bagi orangtuanya menuju syurga, tapi entah
kenapa Ree kecil sering sakit Kedua orangtua Ree telah membawa berobat
kemana-mana. Namun Ree masih sering sakit juga. Akhirnya ada yang
menyarankan agar Ree diganti namanya. Setelah melalui ritual
khusus akhirnya dipilihkan namanya yang sekarang ini.
Ree memiliki seorang ibu yang sering sakit-sakitan, makanya Ree sering ditinggal sama ibunya pergi berobat. maka Ree kecil diasuh oleh adik ibunya yang biasa
dipanggil ete' (bibi). apabila ibu Ree sakit, beliau selalu tidak bisa tidur karena beliau sering batuk. Ree
sangat sedih jika melihat ibunya sakit, terlebih lagi dalam kandungan
ibu ada calon adik yang Ree nantikan, karena sebelumnya
ibu Ree beberapakali keguguran, oleh karena itu Ree kecil slalu berdoa untuk ibu dancalon adiknya. Ketika itu Ree masih
berumur 5-6 tahun,
ayahnya selalu pulang jika Ree
sudah tidur. Begitupun pagi harinya Ree selalu melihat ayahnya masih tidur. jika Ree
bertanya kenapa ayah begitu , ibu selalu bilang bahwa Ayahkan capek bekerja mencari nafkah untuk Ree dan ibu" Jawaban itu selalu membuat Ree tenang.Padahal Ree sangat ingin pergi jalan-jalan dengan ayah seperti dulu.
Masa kecil Ree
sering dihabiskan denganbermain bersama ibunya. Dimata Ree ibu adalah
sosok yang sangat sabar, sabar dalam mengurus Ree dan sabar menghadapi
sikap ayahku yang agak keras. Walaupun beliau menderita penyakit yang
akhirnya nanti akan membuat beliau tidak dapat melihat putri-putrinya
tumbuh dan berkembang.
ADIKKU LAHIR.......
Malam itu ayah
datang membawa mobil lalu menuntun ibu kemobil, dan mengajak Ree ikut serta. Ree senang karena akhirnya jalan-jalan sama ayah. Namun Ree melihat ibu menangis sambil memegang perutnya yang
membesar, dalam hati Ree bertanya-tanya 'kami mau kemana ya?' lalu ayah
mencoba menenangkan ibu agar selalu beristigfar dan berdoa agar
kelahirannya lancar. olala..... ternyata adik akan lahir, hati Ree
bersorak gembira walaupun sebenarnya Ree sedih melihat ibu terus-terusan
menangis.
Setelah sampai di klinik bersalin ayah segera
menuntun ibu untuk turun dari mobil lalu bertemu dokter langganan ibu.
Tak lama kemudian ibu diperiksa oleh dokter ternyata adik
benar-benar segera akan lahir cuma masih menunggu besok. Jadi mereka harus
menginap di sebuah hotel yang tak jauh dari klinik tersebut. saat
dihotel Ree mendengar perbincangan ayah dan ibuku (=suka menguping-). Ibu
berkata" tadi yah, dokter bilang anak kita laki-laki. Dengan muka berseri-seri ayah mengelus perit ibu " ya, semoga saja
laki-laki. karena ayah ingin memiliki seorang anak laki-laki.Setelah itu aku tak mendengar lagi apa percakapan ayah dan
ibuku karena aku larut dalam mimpi.......
( bersambung,,,,,,,)
Ree itu bagus ya namanya mbak, kak, (duh aku bingung panggil apa) hehe :p
BalasHapusSemangat nulisnyaaa! Lanjutkan ceritanya! :D
Setuja deh sama kamu Lina. Kalo punya anak laki-laki aku pengen kasih nama Revi Ananda, panggilannya Ree. haha...
BalasHapus