Rabu, 02 Januari 2013

#day 2 ==== DULU ====

Ree dilahirkan disebuah desa yang sangat terpencil. Dimana mayoritas pekerjaan penduduk disana adalah petani, buruh dan penyadap karet. Banyak kebun karet tumbuh subur disana dan ladang padi menguning yang siap untuk dipanen. Ada beberapa mobil truk mondar mandir membawa hasil panen dan hasil karet untuk dijual kekota. Kadang kala Ree kecil ikut ayahnya pergi menjual buah ke kota. Ree sangat senang sekali jika diajak oleh ayahnya pergi, karena dijalan nanti Ree akan melihat banyak barisan pohon karet berlari-lari secara tertib.

Dulu, Kelahirannya sangat dinantikan oleh kedua orangtuanya, karena mereka telah menunggu kelahiran seorang anak selama 8 tahun. Sehingga saat Ree lahir orangtua dan keluarga menyambut dengan penuh suka cita. pertama-tama Ree diberi nama NURJANNAH dengan harapan menjadi cahaya bagi orangtuanya menuju syurga, tapi entah kenapa Ree kecil sering sakit Kedua orangtua Ree telah membawa berobat kemana-mana. Namun Ree masih sering sakit juga. Akhirnya ada yang menyarankan  agar Ree diganti namanya. Setelah melalui ritual khusus akhirnya dipilihkan namanya yang sekarang ini.

Ree memiliki seorang ibu yang sering sakit-sakitan, makanya Ree sering ditinggal sama ibunya pergi berobat. maka Ree kecil diasuh oleh adik ibunya yang biasa dipanggil ete' (bibi). apabila ibu Ree sakit, beliau selalu tidak bisa tidur karena beliau sering batuk. Ree sangat sedih jika melihat ibunya sakit, terlebih lagi dalam kandungan ibu ada calon adik yang Ree nantikan, karena sebelumnya ibu Ree beberapakali keguguran, oleh karena itu Ree kecil slalu berdoa untuk ibu dancalon adiknya. Ketika itu Ree masih berumur 5-6 tahun,
ayahnya selalu pulang jika Ree sudah tidur. Begitupun pagi harinya Ree selalu melihat ayahnya masih tidur. jika Ree bertanya kenapa ayah begitu , ibu selalu bilang bahwa Ayahkan capek bekerja mencari nafkah untuk Ree  dan ibu" Jawaban itu selalu membuat Ree tenang.Padahal Ree sangat ingin pergi jalan-jalan dengan ayah seperti dulu.

Masa kecil Ree sering dihabiskan denganbermain bersama ibunya. Dimata Ree ibu adalah sosok yang sangat sabar, sabar dalam mengurus Ree dan sabar menghadapi sikap ayahku yang agak keras. Walaupun beliau menderita penyakit yang akhirnya nanti akan membuat beliau tidak dapat melihat putri-putrinya tumbuh dan berkembang.

ADIKKU LAHIR.......

Malam itu ayah datang membawa mobil lalu menuntun ibu kemobil, dan mengajak Ree ikut serta. Ree senang karena akhirnya jalan-jalan sama ayah. Namun Ree melihat ibu menangis sambil memegang perutnya yang membesar, dalam hati Ree bertanya-tanya 'kami mau kemana ya?' lalu ayah mencoba menenangkan ibu agar selalu beristigfar dan berdoa agar kelahirannya lancar. olala..... ternyata adik akan lahir, hati Ree bersorak gembira walaupun sebenarnya Ree sedih melihat ibu terus-terusan menangis.

Setelah sampai di klinik bersalin ayah segera menuntun ibu untuk turun dari mobil lalu bertemu dokter langganan ibu. Tak lama kemudian ibu diperiksa oleh dokter ternyata adik benar-benar segera akan lahir cuma masih menunggu besok. Jadi mereka harus menginap di sebuah hotel yang tak jauh dari klinik tersebut. saat dihotel Ree mendengar perbincangan ayah dan ibuku (=suka menguping-). Ibu berkata" tadi yah, dokter bilang anak kita laki-laki. Dengan muka berseri-seri ayah mengelus perit ibu " ya, semoga saja laki-laki. karena ayah ingin memiliki seorang anak laki-laki.Setelah itu aku tak mendengar lagi apa percakapan ayah dan ibuku karena aku larut dalam mimpi.......
( bersambung,,,,,,,)

2 komentar:

  1. Ree itu bagus ya namanya mbak, kak, (duh aku bingung panggil apa) hehe :p
    Semangat nulisnyaaa! Lanjutkan ceritanya! :D

    BalasHapus
  2. Setuja deh sama kamu Lina. Kalo punya anak laki-laki aku pengen kasih nama Revi Ananda, panggilannya Ree. haha...

    BalasHapus