Dimana Ree?
Oeee ……..oeee……….
Ree mendengar suara tangis bayi, Ree mencoba membuka matanya
mengakhiri mimpi indahnya. Mata Ree mencari asal suara itu keseluruh ruangan,
tak ada siapapun diruangan itu dan Ree sendiri. Ree teringat akan ucapan
ayahnya bahwa adiknya akan lahir, dimana ayah?.... dimana ibu?.... dimana
Aku?... Ree bertanya dalam hati. Ree mencoba mencari orangtuanya dengan matanya
yang tadinya mengantuk tiba-tiba hilang…. Ree berada diatas tempat tidur di
ruangan yang bercat warna putih, banyak tempat tidur disana. Ree tampak cemas,
karena tak ada siapapun disana ree hanya sendiri. Airmata Ree hampir saja
membasahi pipinya, bibirnya sudah mulai monyong menandakan Ree ingin menangis.
Tiba-tiba, Ree melihat ayah dan ibunya dating dari arah
pintu. Ibu duduk diatas kursi rodadengan tangan kirinya diberi selang yang
menghubungkan dengan sebuah botol yang digantung pada tiang. Ayah berada di
belakang kursi roda itu untuk mendorong. Wajah ibu yang kuning langsat itu
tampak semakin putih saja. Ibu tersenyum melihat Ree sudah bangun dan ibu tahu
kalo putrid pertamanya akan menangis. Ayah menyapa putrinya, sehingga mulut
monyong Ree mulai mundur dan melebar kesamping 1cm.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar